Berangkat dari kegelisahan melihat tidak adanya kepedulian yang terorganisir serta mandiri masyarakat Indonesia pada ” pos ” yang telah menjadi jembatan komunikasi dan peradaban bangsa maka didirikan embrio Post Heritage pada tahun 2006. Sebelumnya pada tahun 2005 telah diterbitkan buku Selayang Pandang  Arsitektur Kantor Pos Bersejarah dan mengikutsertakan tulisan dalam proseding semnar arsitektur Universitas Trisakti dan Universitas Tokyo.  Aktivitas pertama adalah melakukan pengkajian, pengumpulan dan dokumentasi arsitektur kantor pos bersejarah di Indonesia. Para peminat dalam perkumpulan ini masih belum terorganisasi bahkan sebagian besar adalah orang-orang yang berada di luar PT Pos Indonesia. Berbagai gambar dan foto mulai dikoleksi secara amatir, sedangkan pembelajaranpun masih dilakukan sambil lalu. Namun di balik semua itu ada kesadaran mendalam bahwa tanpa ada kepedulian dan kecintaan barangkali pusaka pos (post heritage) akan lenyap begitu saja. Banyak pula bangunan kantor pos bersejarah yang direnovasi atau didandani sedemikian rupa sehingga kehilangan nilai-nilai sejarahnya. Saat ini kami memandang hal tersebut terjadi karena ” ketidaktahuan ‘ yang harus diingatkan bila tidak ingin kita semua kehilangan jati diri. Tahun berlalu teman teman yang tergabung dalam Post Heritage belum juga menelurkan karya (maklum karena dilakukan secara sambilan) namun mulai tumbuh kesadaran bahwa melalui ‘ komunitas ” bisa dibangkitkan kembali kepedulian dan kecintaan pada pusaka pos. Tentu saja pusaka pos dimaksdu di sini bukan hanya wujud arsitektur, namun juga filateli atau apa saja yang memiliki nilai edukasi serta mudah diakses oleh masyarakat.  Barangkali langkah kecil ini bermanfaat karena tumbuh dari kesadaran budaya serta semangat membangun bangsa.

Iklan